Jakarta - Momentum peringatan Hari Ibu ke-97 di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak hanya diisi dengan refleksi dan penyampaian komitmen, tetapi juga dengan kegiatan yang penuh makna penghargaan. Usai pelaksanaan upacara bendera, Kepala BPOM secara langsung melakukan penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah pegawai yang telah menunjukkan pengabdian luar biasa.
Penghargaan negara ini diberikan kepada pegawai BPOM yang telah mengabdi dengan loyalitas dan dedikasi tinggi selama periode waktu yang sangat panjang, yaitu 10 tahun, 20 tahun, hingga 30 tahun. Penganugerahan ini menegaskan bahwa pengabdian dalam menjalankan tugas pelayanan publik, khususnya di bidang pengawasan obat dan makanan, mendapatkan tempat terhormat.
Pemberian Satyalancana Karya Satya dalam momentum Hari Ibu menambah makna khusus, karena banyak dari penerima penghargaan tersebut adalah pegawai perempuan. Hal ini menjadi simbol nyata bahwa kontribusi dan kesetiaan perempuan dalam dunia profesional diakui dan dihargai setinggi-tingginya oleh negara.
Baca Juga: Resolusi Diet 2026 Fokus Pada Gizi Seimbang Dan Kesehatan Holistik
Langkah ini sejalan dengan pesan yang disampaikan sebelumnya oleh Kepala BPOM mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang menghargai setiap kontribusi. Apresiasi tidak hanya diberikan secara verbal, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk penghargaan formal yang memiliki nilai simbolis dan administratif yang tinggi.
Para penerima penghargaan dianggap sebagai teladan bagi pegawai lainnya dalam hal integritas, komitmen, dan konsistensi menjalankan tugas. Pengalaman dan loyalitas mereka menjadi aset berharga bagi BPOM dalam menjaga kepercayaan publik dan melindungi kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini juga memperkuat pesan bahwa peringatan Hari Ibu adalah tentang menghargai setiap bentuk pengorbanan dan karya, baik di ranah domestik maupun profesional. Pengabdian panjang di tempat kerja merupakan satu bentuk karya nyata yang turut membangun institusi dan bangsa.
Dengan adanya apresiasi seperti ini, diharapkan dapat memotivasi seluruh insan BPOM, tanpa terkecuali, untuk terus menjaga semangat pengabdian. Loyalitas dan dedikasi diyakini akan berkontribusi pada terwujudnya sistem pengawasan obat dan makanan yang semakin andal.
BPOM berharap semangat yang ditunjukkan oleh para penerima penghargaan dapat menginspirasi terciptanya budaya organisasi yang positif. Budaya yang menghargai pengabdian dan kinerja akan mendorong percepatan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.