Golkar Sumut Fokus Bantu Penanganan Bencana Sebagai Prioritas

Selasa, 23 Desember 2025

    Bagikan:
Penulis: Rangga Aditya
Berdasarkan rekomendasi Rapimnas 21 Desember, Doli Kurnia menegaskan komitmen membantu penanganan bencana hingga tahap rehabilitasi sebagai bagian dari tugasnya. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta - Tanggung jawab sosial dan kemanusiaan menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda kerja Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Golkar Sumatera Utara. Dia secara khusus menyebutkan bahwa membantu pemerintah dalam penanganan bencana di wilayah Sumut merupakan tugas utama ketiganya.

Fokus pada penanganan bencana ini bukanlah inisiatif pribadi, melainkan implementasi langsung dari rekomendasi Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar yang digelar pada 21 Desember 2025. Ini menunjukkan bahwa partai ingin berkontribusi nyata dalam mengatasi persoalan riil masyarakat.

Bantuan yang akan dijalankan tidak hanya terbatas pada fase tanggap darurat, tetapi akan berlanjut hingga tahap rehabilitasi pascabencana. Pendekatan komprehensif ini diperlukan untuk memastikan pemulihan yang menyeluruh bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga: Kediaman Pribadi Jokowi Di Solo Kembali Jadi Temu Politik Strategis

Sebagai wakil rakyat dan pimpinan partai, Doli Kurnia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turun langsung membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Partai Golkar ingin menunjukkan keberpihakannya melalui aksi-aksi nyata di lapangan.

Penanganan bencana menjadi prioritas yang harus berjalan beriringan dengan dua tugas lainnya, yaitu persiapan Musda dan harmonisasi kader. Ketiganya saling terkait dalam membangun citra dan peran partai di mata publik.

Dengan sumber daya dan jaringan yang dimiliki partai, diharapkan kontribusi Golkar Sumut dapat memberikan dampak signifikan dalam mempercepat proses pemulihan daerah-daerah yang terkena bencana. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus dijalin.

Komitmen terhadap penanganan bencana ini juga menjadi bagian dari upaya partai untuk tetap relevan dan dekat dengan konstituen. Di tengah berbagai dinamika politik internal, partai tidak boleh melupakan peran sosialnya di masyarakat.

Fokus pada isu kemanusiaan seperti bencana diharapkan dapat menjadi perekat bagi seluruh kader untuk bekerja bersama melampaui perbedaan politik. Solidaritas dalam membantu sesama dapat menjadi modal berharga untuk memperkuat kohesi internal partai


(Rangga Aditya)

    Bagikan:
komentar