Selain Laut, Angin Kencang NTB Juga Ancam Keselamatan Pengendara Dan Bangunan

Rabu, 14 Januari 2026

    Bagikan:
Penulis: Wahyu Ardianto
Dampak angin kencang di daratan NTB mencakup risiko pohon tumbang dan gangguan kestabilan bagi pengendara sepeda motor, khususnya di ruas jalan terbuka yang rentan terpaan angin kencang tanpa penghalang. (dok. ANTARA FOTO)

Mataram, Nusa Tenggara Barat - Peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun NTB mengenai angin kencang berkecepatan hingga 40 kilometer per jam tidak hanya menyoroti bahaya di laut. Kepala Stasiun BMKG NTB, Satria Topan Primadi, secara khusus mengingatkan masyarakat akan berbagai risiko keselamatan yang mengintai di daratan akibat fenomena cuaca ekstrem ini. Dua ancaman utama yang disebutkan adalah potensi pohon atau cabang pohon tumbang dan bahaya bagi pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Angin dengan kecepatan tinggi memiliki energi yang cukup untuk merobohkan pohon-pohon yang sudah tua, rapuh, berakar dangkal, atau tidak sehat. Kejadian pohon tumbang dapat menimpa bangunan rumah, kendaraan yang sedang terparkir atau melintas, jaringan listrik dan telekomunikasi, serta tentu saja membahayakan nyawa orang yang berada di sekitarnya. Pemilik properti dan pemerintah daerah diminta memeriksa pohon-pohon besar di lingkungannya.

Risiko lain yang sangat spesifik diungkapkan oleh BMKG adalah ancaman terhadap keselamatan pengendara sepeda motor. Pada kecepatan 40 km/jam, terpaan angin yang datang secara lateral atau dari depan dapat dengan signifikan mengganggu kestabilan dan kendali atas sepeda motor, terutama saat melaju di kecepatan tertentu. Hal ini meningkatkan risiko pengendara terjatuh, keluar jalur, atau bertabrakan.

Baca Juga: BPBD Apresiasi Peran Masyarakat Dalam Penanganan Cepat Banjir Jakarta

Bahaya ini disebutkan sangat mengancam di ruas-ruas jalan yang bersifat terbuka dan tanpa banyak penghalang angin. BMKG secara spesifik mencontohkan jalur bypass yang menghubungkan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Tengah. Ruas jalan seperti ini sering kali melintasi area yang lapang, sehingga angin dapat bertiup lebih kencang dan tanpa rintangan yang meredam kecepatannya.

Oleh karena itu, pengendara sepeda motor yang terpaksa harus melintas di kondisi cuaca seperti ini diimbau untuk ekstra hati-hati. Beberapa langkah antisipasi yang dapat diambil antara lain mengurangi kecepatan laju kendaraan, memegang kemudi dengan lebih erat dan stabil, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta menghindari area yang dipenuhi pohon besar di sisi jalan.

Selain kedua ancaman utama tersebut, angin kencang juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada atap bangunan yang tidak kokoh, papan reklame atau baliho yang tidak dipasang dengan baik, serta perabotan luar ruangan. Masyarakat diimbau untuk mengamankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin di sekitar rumah untuk mencegahnya menjadi peluru yang membahayakan.

Peringatan dari BMKG ini menekankan bahwa cuaca ekstrem seperti angin kencang adalah ancaman multi-sektor. Upaya mitigasi harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya oleh instansi berwenang tetapi juga oleh setiap individu dan komunitas. Kesadaran untuk mengenali risiko dan mengambil langkah pencegahan sederhana dapat menyelamatkan jiwa dan harta benda.

Masyarakat diharapkan tidak menganggap remeh peringatan ini. Memantau perkembangan informasi cuaca, menunda perjalanan yang tidak mendesak jika memungkinkan, dan selalu waspada terhadap lingkungan sekitar saat berada di luar ruangan adalah bentuk kesiapsiagaan yang bijak dalam menghadapi potensi bahaya angin kencang di daratan.

(Wahyu Ardianto)

    Bagikan:
komentar