Jakarta – Dalam setiap penanganan bencana, peran serta masyarakat kerap menjadi penentu keberhasilan. Hal itu kembali terbukti dalam operasi tanggap darurat banjir di Jakarta pagi ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta secara khusus memberikan apresiasi atas kontribusi aktif unsur masyarakat yang membantu mempercepat pemulihan.
Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD, secara eksplisit menyebutkan bahwa upaya kolaboratif tidak hanya melibatkan organisasi perangkat daerah. “Peran dari unsur masyarakat juga dilibatkan dalam upaya ini seperti pihak RT/RW, FKDM, dan tokoh masyarakat lainnya,” imbuhnya dalam pernyataan resmi.
Keterlibatan tersebut beragam bentuknya. Di tingkat paling dasar, pengurus RT dan RW berperan dalam memberikan informasi awal yang akurat tentang kondisi genangan, membantu mengkoordinasi warga, serta menjadi penghubung yang vital antara masyarakat dan petugas resmi yang datang ke lokasi.
Baca Juga: Selain Laut, Angin Kencang NTB Juga Ancam Keselamatan Pengendara Dan Bangunan
Forum Komunikasi Daerah Mandiri (FKDM), sebagai wadah perwakilan masyarakat, juga berperan dalam mendukung koordinasi yang lebih luas. Sementara itu, tokoh masyarakat setempat memberikan pengaruhnya untuk menggerakkan warga agar turut serta dalam upaya mitigasi sederhana, seperti membersihkan saluran air di depan rumah.
Sinergi antara tenaga profesional dari dinas-dinas seperti BPBD, Dinas SDA, dan PPSU dengan pengetahuan lokal dari warga ini menciptakan respons yang komprehensif. Petugas datang dengan peralatan seperti pompa mobile, sedangkan warga membantu mengidentifikasi titik kritis genangan dan potensi penyumbatan saluran.
Banjir yang dipicu luapan Kali Angke, Kali Nagrak, dan Kali Semongol ini sempat merendam beberapa wilayah, termasuk Kelurahan Tegal Alur, Marunda, dan Kapuk Muara. Dengan kedalaman 10-20 cm, ancaman utamanya adalah mengganggu mobilitas warga.
Berkat kerja sama ini, genangan yang terpantau sejak pukul 06.00 WIB berhasil ditangani dan dinyatakan surut dua jam kemudian, tepatnya pukul 08.00 WIB. Kecepatan ini meminimalkan dampak gangguan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi warga di hari Minggu pagi.
Insiden hari ini menjadi pelajaran berharga tentang kekuatan kolaborasi. BPBD terus mendorong model gotong royong seperti ini dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta aktif melaporkan keadaan darurat melalui saluran resmi nomor 112.