Optimalisasi Layanan Polisi 110 Jadi Fokus Utama Forum Tematik Bakohumas

Selasa, 01 September 2026

    Bagikan:
Penulis: Wahyu Ardianto
Forum tematik Bakohumas yang digelar Polri berfokus pada optimalisasi Layanan 110. Dibahas target respons panggilan 10 detik, kedatangan petugas 10 menit, integrasi dengan command center dan smart city, serta kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan layanan darurat yang cepat, terpadu, dan mudah diakses. (komdigi.go.id)

Jakarta - Polri melalui Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) menyelenggarakan forum tematik yang secara khusus membahas optimalisasi Layanan Polisi 110. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta Selatan pada 27 Agustus 2026 ini dihadiri oleh unsur-unsur dari kementerian dan lembaga negara. Forum ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memperkuat layanan darurat kepolisian yang menjadi pintu utama bagi masyarakat dalam mengakses bantuan.

Dalam diskusi yang berlangsung, terungkap bahwa Layanan Polisi 110 bukan hanya sekadar nomor telepon, melainkan simbol kehadiran dan responsivitas negara. Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital, Dra. Molly Prabawati, MAP, menyatakan bahwa masyarakat kini memiliki ekspektasi tinggi terhadap kecepatan dan kemudahan pelayanan. Layanan 110 harus mampu memenuhi ekspektasi tersebut dengan memberikan akses yang mudah dan respons yang cepat.

"Layanan Polisi 110 bukan sekadar saluran pengaduan, melainkan salah satu bentuk kehadiran negara yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam," ungkap Molly. Senada dengan itu, Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H., Penata Kehumasan Polri Utama Tk II Divhumas Polri, menekankan bahwa manfaat layanan harus benar-benar dirasakan. Keyakinan masyarakat bahwa laporannya akan ditindaklanjuti adalah kunci utama.

Baca Juga: BPBD Apresiasi Peran Masyarakat Dalam Penanganan Cepat Banjir Jakarta

Untuk membangun keyakinan itu, Polri telah menetapkan standar pelayanan yang jelas dan terukur. Standar pertama adalah waktu respons panggilan, di mana operator ditargetkan menjawab dalam waktu 10 detik. Standar kedua adalah kecepatan respons di lapangan, di mana petugas ditargetkan tiba di lokasi kejadian dalam waktu 10 menit.

Kepala Biro Teknologi Komunikasi Div TIK Polri, Brigjen Pol. Dr. Indarto, S.H., S.Sos., S.I.K., M.Si., memaparkan bahwa pencapaian target tersebut didukung oleh sistem yang terintegrasi. Layanan 110 saat ini terhubung dengan Command Center dan Monitoring Center Polri, serta terintegrasi dengan konsep Smart City di berbagai daerah. Integrasi ini memungkinkan pemantauan situasi secara real-time dan koordinasi yang lebih efisien.

Selain itu, Polri juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat layanan. Kerja sama dengan Pemadam Kebakaran, rumah sakit daerah, dan perusahaan ojek daring memungkinkan penanganan darurat yang lebih komprehensif. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan pelayanan publik yang presisi dan terpadu.

Forum tematik ini menyimpulkan bahwa optimalisasi Layanan 110 membutuhkan komitmen dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Polri berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi, didukung oleh peran aktif kementerian dan lembaga terkait. Dengan semangat kolaborasi, Layanan Polisi 110 diharapkan dapat menjadi andalan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan membutuhkan bantuan cepat dari kepolisian.

(Wahyu Ardianto)

    Bagikan:
komentar