Pengaruh Penilaian Penumpang Dalam Kemenangan AirAsia Di Skytrax 2025

Sabtu, 29 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Adam Naufal
Metodologi survei Skytrax yang mengandalkan penilaian langsung dari penumpang menjadi kekuatan utama AirAsia, dengan skor tinggi yang diperoleh pada aspek keramahan awak kabin dan nilai harga yang ditawarkan.

Paris, Prancis - Kemenangan AirAsia dalam World Airline Awards 2025 tidak lepas dari metodologi penilaian Skytrax yang mengutamakan suara langsung penumpang. Survei yang melibatkan jutaan responden dari berbagai negara ini memberikan gambaran komprehensif tentang pengalaman nyata penumpang.

Aspek keramahan awak kabin menjadi penilaian tertinggi yang diraih AirAsia. Penumpang secara konsisten memberikan apresiasi terhadap sikap ramah dan helpful dari seluruh kru kabin, yang menjadi ciri khas layanan maskapai tersebut.

Nilai harga yang ditawarkan juga menjadi faktor penentu. Penumpang mengakui bahwa meskipun bertarif rendah, AirAsia memberikan nilai tambah yang sepadan dengan harga tiket yang dibayarkan. Persepsi value for money ini kuat di semua rute yang dioperasikan.

Keterbukaan maskapai dalam menerima dan menindaklanjuti keluhan penumpang juga berkontribusi pada skor tinggi. Sistem penanganan keluhan yang responsif dan solutif meningkatkan kepuasan penumpang meski mengalami ketidaknyamanan selama perjalanan.

Survei Skytrax juga mengungkap bahwa penumpang semakin menghargai transparansi harga yang diterapkan AirAsia. Tidak adanya hidden cost dan kejelasan dalam biaya tambahan menjadi pertimbangan penting dalam penilaian.

Metodologi survei yang independen dan komprehensif ini menjadikan World Airline Awards sebagai acuan terpercaya dalam industri penerbangan. Bagi maskapai, hasil survei menjadi valuable insight untuk perbaikan layanan berkelanjutan.

AirAsia memanfaatkan hasil survei Skytrax sebagai alat evaluasi internal. Setiap area yang mendapatkan skor rendah menjadi fokus perbaikan, sementara area dengan skor tinggi dipertahankan dan ditingkatkan konsistensinya.

Kemenangan ini menunjukkan bahwa suara penumpang tetap menjadi parameter terpenting dalam mengukur kualitas layanan maskapai. Keberhasilan AirAsia membuktikan bahwa mendengarkan dan merespons feedback penumpang adalah strategi yang efektif untuk meraih pengakuan global.

(Adam Naufal)

Baca Juga: Operasional Qantas Di Melbourne Kacau Akibat Kebakaran Terminal
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.