Melbourne - Operasional maskapai Qantas di Bandara Melbourne mengalami gangguan parah akibat kebakaran yang melanda terminal domestik. Insiden yang terjadi pada puncak jam operasional ini menciptakan kekacauan dan mempengaruhi perjalanan ribuan penumpang. Asap hitam pekat terlihat membubung dari area terminal yang menjadi basis utama Qantas.
Sumber api berasal dari ruang kargo dekat area check-in yang kemudian dengan cepat menyebar ke area publik. Sistem ventilasi tidak berfungsi optimal sehingga asap memenuhi sebagian besar area terminal. Petugas keamanan berusaha mengendalikan kepanikan di antara penumpang.
Tim pemadam kebakaran dari beberapa distrik dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman mengalami kendala karena terbatasnya akses menuju sumber api. Petugas harus memecah beberapa dinding partisi untuk mencapai titik api utama.
Dampak operasional meluas ke seluruh jaringan Qantas Group. Penerbangan maskapai jetstar dan QantasLink juga terkena imbas dengan tingkat pembatalan mencapai 70 persen. Rute regional menjadi yang paling parah terdampak.
Penumpang internasional juga mengalami dampak tidak langsung. Banyak penumpang yang transit di Melbourne terpaksa menginap karena koneksi penerbangan mereka dibatalkan. Qantas menyiapkan akomodasi darurat di hotel sekitar bandara.
Kekacauan logistik terjadi di area bagasi karena sistem conveyor terpaksa dimatikan. Ribuan koper dan barang bawaan tertahan di dalam terminal yang tidak dapat diakses. Petugas bandara bekerja overtime untuk menangani masalah bagasi ini.
CEO Qantas Alan Joyce mengeluarkan permintaan maaf publik atas insiden ini. Dia menjamin maskapai akan memberikan kompensasi penuh kepada semua penumpang yang terdampak. Tim khusus dibentuk untuk menangani klaim kompensasi.
Otoritas bandara memperkirakan waktu pemulihan operasional membutuhkan setidaknya 12-24 jam. Area terminal yang terdampak kebakaran akan ditutup sementara untuk proses investigasi dan perbaikan. Sistem operasional dialihkan ke terminal alternatif di Bandara Melbourne.