Pendapat Kak Seto Setelah Mengunjungi Barak TNI Yang Menjadi Lokasi Pendidikan Karakter

Selasa, 13 Mei 2025

    Bagikan:
Penulis: Bakhtiar Hadi
(Foto: istimewa)

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, yang lebih dikenal sebagai Kak Seto, melakukan kunjungan langsung untuk meninjau kegiatan siswa yang mengikuti pendidikan karakter di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang. Siswa-siswa tersebut diketahui mengikuti pendidikan karakter karena dianggap 'nakal'. Dalam kunjungan tersebut, Kak Seto memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hak anak yang terdeteksi selama pelaksanaan pelatihan di markas TNI tersebut. "Sering kali terdapat pemahaman yang keliru. Meskipun terdapat elemen kedisiplinan ala militer, pendekatan yang digunakan tetap berkomunikasi dengan bahasa anak dan menghormati hak-hak mereka," ungkap Kak Seto dalam pernyataannya, Minggu (11/5/2025). "Anak-anak berhak untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan, memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat, serta mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan psikologi," tambahnya. Kak Seto juga menyatakan bahwa pelaksanaan program pendidikan karakter di markas TNI tersebut diawasi oleh berbagai pihak agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi anak. Sebaliknya, pelatihan ini memberikan banyak manfaat di masa depan.

Sebelum mengunjungi lokasi secara langsung, Kak Seto mengungkapkan bahwa ia telah meminta izin kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyatakan bahwa Dedi sangat menerima siapa saja yang ingin melihat secara langsung program pendidikan karakter tersebut. "Pak Gubernur sangat terbuka, saya mengajukan permohonan untuk melihat kondisi anak-anak, beliau mempersilakan, saya sangat mengapresiasi," ujarnya. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa LPAI akan terus memantau perkembangan anak-anak yang mengikuti pendidikan karakter di Rindam III Siliwangi dan beberapa lokasi lainnya. Bahkan, Kak Seto menyatakan niatnya untuk memberikan materi pengajaran kepada anak-anak. "Tetap semangat. Jaga kesehatan fisik, mental, dan sosial. Hindari saling menyakiti, membully, atau bertikai. Pertahankan kekompakan karena kita semua menuju satu tujuan, menjaga keutuhan NKRI," tutup Kak Seto.

(Bakhtiar Hadi)

Baca Juga: Kemenag Gelar Harmony Award 2025, FKUB Dan Pemda Terbaik Diapresiasi
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.