Hari Pelajar Internasional 17 November: Apresiasi Peran Aktivisme Pelajar
Peringatan Hari Pelajar Internasional setiap 17 November menjadi momentum untuk mengapresiasi peran aktivisme pelajar dalam mendorong perubahan sosial. Sejarah mencatat, pelajar dan mahasiswa sering menjadi ujung tombak perjuangan demokrasi dan HAM.
Dari tragedi Praha 1939 hingga gerakan reformasi 1998 di Indonesia, pelajar selalu memiliki peran strategis dalam perubahan sosial. Semangat kritis dan idealisme mereka menjadi motor penggerak reformasi di berbagai negara.
"Pelajar adalah agen perubahan. Hari Pelajar Internasional mengingatkan kita akan kekuatan suara muda dalam membentuk masa depan," ujar pengamat pendidikan.
Di era modern, aktivisme pelajar semakin beragam bentuknya. Mulai dari isu lingkungan, anti-korupsi, hingga kesetaraan gender, pelajar terus menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu global.
Melalui peringatan ini, diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk terus aktif menyuarakan aspirasi dan berkontribusi dalam pembangunan sosial.