Kemenag Gelar Harmony Award 2025, FKUB Dan Pemda Terbaik Diapresiasi

, 30 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Bakhtiar Hadi
Penghargaan diberikan kepada FKUB dan pemda yang menunjukkan kinerja terbaik dalam memelihara kerukunan umat beragama.

Jakarta - Sebanyak 25 penghargaan diberikan Kementerian Agama kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan pemerintah daerah terpilih dalam Harmony Award 2025. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi nyata berbagai pihak dalam memelihara kerukunan umat beragama di Indonesia. Acara yang berlangsung di Gedung Kementerian Agama ini dihadiri oleh perwakilan dari 34 provinsi se-Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menyatakan bahwa Harmony Award bukan sekadar ceremonial. Menurutnya, penghargaan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendorong terciptanya iklim kerukunan yang berkelanjutan. Semua daerah diharapkan dapat saling belajar dari pengalaman terbaik.

Proses penilaian dilakukan secara objektif dan transparan oleh tim yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi. Indikator penilaian mencakup aspek kelembagaan, program kerja, dampak terhadap masyarakat, dan inovasi. Setiap nominee melalui proses verifikasi yang ketat.

FKUB Provinsi Nusa Tenggara Timur meraih penghargaan tertinggi untuk kategori daerah dengan tantangan geografis terberat. Meski menghadapi kendala aksesibilitas, FKUB NTT mampu menjangkau daerah-daerah terpencil dengan program kerukunan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa komitmen mampu mengatasi keterbatasan.

Kategori khusus diberikan kepada pemerintah daerah yang secara konsisten mendukung kegiatan FKUB. Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dinilai sebagai yang terbaik dalam memberikan dukungan anggaran dan fasilitas. Dukungan pemda menjadi faktor kunci keberhasilan FKUB di daerah tersebut.

Harmony Award 2025 juga mengapresiasi peran perempuan dalam membangun kerukunan. Sebanyak 30 persen penerima penghargaan adalah perempuan yang aktif di FKUB. Ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam memelihara kerukunan di tingkat akar rumput.

Kemenag akan meningkatkan pendampingan teknis bagi FKUB di daerah yang belum optimal. Program capacity building akan difokuskan pada penguatan kelembagaan dan manajemen konflik. Pendekatan yang digunakan akan disesuaikan dengan karakteristik daerah.

Harmony Award diharapkan dapat meningkatkan motivasi semua pemangku kepentingan dalam menjaga kerukunan. Kemenag berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat kerukunan umat beragama di Indonesia.

(Bakhtiar Hadi)

Baca Juga: Soft Skills Sebagai Fondasi Kesuksesan Karir Gen Z Di Era Digital
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.