Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi mengakui bahwa kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdampak pada terhentinya program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Pathway 2024. Sejak 20 Januari 2025, Amerika telah menghentikan penyaluran dana bantuan melalui United States Agency for International Development (USAID).
Lembaga tersebut merupakan mitra Kemdiktisaintek yang berperan sebagai sponsor dalam persiapan program BPI. "Konsekuensi dari penghentian ini adalah program Pathway, yang merupakan bagian dari program yang didanai oleh USAID, tidak dapat dilanjutkan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat," ungkap Kepala Pusat Pembiayaan dan Asessmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Henri Togar Hasiholan Tambunan, dalam wawancara dengan Tempo, Senin, 26 Mei 2025.
Semula, dana dari USAID direncanakan untuk membiayai persiapan tes bahasa Inggris bagi penerima BPI Pathway 2024. Durasi persiapan tersebut direncanakan selama 12 bulan mulai Oktober 2024. Namun, program persiapan ini harus dihentikan karena USAID menghentikan penyaluran bantuan. "Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai program USAID di seluruh dunia, termasuk pelaksanaan program Pathway dan pemberian rekomendasi untuk peserta," kata Henri. Ia menambahkan bahwa kebijakan Trump akan dievaluasi setelah 90 hari terhitung sejak 20 Januari 2025.
Sementara itu, nasib puluhan dosen yang menerima BPI Pathway masih belum jelas. Henri menyatakan bahwa Kemdiktisaintek saat ini sedang menyiapkan skema alternatif berupa Joint Degree. Para penerima BPI akan melanjutkan studi S3 di dalam negeri dengan kesempatan untuk melakukan studi paruh waktu di luar negeri. "Dengan kesepakatan dan ketersediaan program studi di setiap perguruan tinggi." Skema Joint Degree memiliki mekanisme yang berbeda dari program Beasiswa Pendidikan Indonesia Luar Negeri yang seharusnya memfasilitasi studi doktoral secara penuh waktu di kampus luar negeri.
Sebanyak sembilan dosen dari berbagai daerah di Indonesia melakukan unjuk rasa di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada hari ini, Senin 26 Mei 2025.