Bulog Menyatakan Bahwa Stok Beras Akan Meningkat Setelah Mencatat Rekor Sebesar 4,2 Juta Ton

Kamis, 24 Juli 2025

    Bagikan:
Penulis: Chokri Karem
(ANTARA/Ricky Prayoga)

Perum Bulog menginformasikan bahwa stok beras nasional akan meningkat setelah mencatat rekor tertinggi sebesar 4,2 juta ton hingga pertengahan tahun 2025.

Penambahan ini diperkirakan akan terjadi saat panen raya pada Agustus 2025, yang diprediksi akan menambah stok nasional hingga 1 juta ton.

"Dengan demikian, masyarakat dijamin akan memiliki beras. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujar Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, di Bandung, Jawa Barat, pada hari Kamis.

Rekor 4,2 juta ton beras yang berhasil disimpan oleh Perum Bulog, menurut Ahmad, merupakan pencapaian tertinggi sejak Indonesia merdeka, dan menjadi tonggak penting dalam misi besar menuju swasembada pangan.

"Serapan Bulog sangat luar biasa. Stok kita saat ini adalah 4,2 juta ton, ini adalah rekor sejarah. Kita kumpulkan hingga Juni 2025," kata Ahmad.

Untuk memperkuat ketahanan pangan jangka panjang, lanjutnya, pemerintah bersama Bulog mendukung pengembangan lahan sawah baru di berbagai wilayah strategis.

"Lahan baru sedang dalam proses. Di Merauke seluas 1 juta hektare, Kalimantan Tengah 1 juta hektare, dan Sumatera Selatan juga 1 juta hektare. Ini akan menjadi kantong logistik pangan nasional," tuturnya.

Pemerintah, menurutnya, telah menetapkan tiga sasaran utama, yaitu swasembada pangan dalam waktu dekat, ekspor pangan dalam dua tahun mendatang, dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun ketiga.

Ketika ditanya tentang pembangunan infrastruktur seperti gudang Bulog di lahan baru, Ahmad tidak memberikan jawaban yang jelas, namun ia memastikan bahwa Bulog akan hadir di ujung rantai produksi.

"Bulog pasti akan menyerap seluruh hasil pertanian masyarakat. Karena Bulog ini milik negara, milik rakyat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad juga memberikan penghargaan kepada para petani yang telah memberikan kontribusi besar bagi stabilitas pangan nasional melalui kinerja mereka yang luar biasa.

"Rata-rata panen petani saat ini dua kali dalam setahun, bahkan ada yang mencapai tiga hingga empat kali. Ini adalah prestasi yang luar biasa dan harus dipertahankan agar Indonesia tetap surplus pangan, khususnya beras dan jagung," jelasnya.

Diketahui bahwa serapan beras Bulog hingga Juni 2025 mencapai 2,65 juta ton, hampir mendekati target 3 juta ton.

Hal ini mendorong Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk mengusulkan tambahan target bagi Bulog untuk menyerap beras menjadi 4,5 juta ton pada tahun 2025.

(Chokri Karem)

Baca Juga: BAKN DPR RI Desak Inklusivitas Penyaluran KUR Bagi Seluruh Lapisan UMKM
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.