Strategi Diet Tepat Untuk Penderita GERD Dan Asam Lambung

, 30 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Busrain Buraidah
Penyesuaian pola makan dan pemilihan makanan yang tepat menjadi strategi efektif dalam mengelola gejala GERD.

Yogyakarta - Manajemen diet yang tepat merupakan pilar penting dalam penanganan GERD dan gangguan asam lambung. Tidak sekadar menghindari makanan tertentu, tetapi juga melibatkan pemilihan makanan yang tepat dan pengaturan jadwal makan. Pendekatan komprehensif ini terbukti efektif dalam mengurangi frekuensi dan keparahan gejala.

Makanan tinggi lemak trans dan lemak jenuh perlu dihindari karena memperlambat pengosongan lambung. Proses pencernaan yang lambat meningkatkan kemungkinan naiknya asam lambung. Pemilihan lemak sehat seperti omega-3 dari ikan dan minyak zaitun lebih direkomendasikan.

Produk tomat dan olahannya memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Asam dalam tomat dapat melemahkan otot LES dan mengiritasi kerongkongan. Penggunaan saus pesto atau saus krim sebagai pengganti saus tomat dapat dipertimbangkan.

Buah-buahan citrus segar maupun dalam bentuk jus sebaiknya dikonsumsi dengan hati-hati. Kadar asam yang tinggi dapat menyebabkan iritasi pada lapisan esofagus. Buah-buahan non-citrus seperti pisang, semangka, dan apel lebih aman untuk dikonsumsi.

Makanan yang mengandung peppermint atau spearmint sering disalahartikan sebagai penenang lambung. Faktanya, mint justru dapat melemaskan otot LES dan memicu refluks. Hindari permen mint, teh mint, dan makanan beraroma mint lainnya.

Bawang putih dan bawang merah mentah mengandung senyawa sulfur yang dapat mengiritasi. Senyawa ini juga dapat menyebabkan produksi gas berlebihan yang meningkatkan tekanan intra-abdomen. Memasak bawang hingga matang membantu mengurangi efek sampingnya.

Cokelat dan produk cokelat mengandung theobromine yang melemaskan otot LES. Kombinasi dengan lemak dan gula dalam cokelat memperburuk efek tersebut. Pembatasan konsumsi cokelat diperlukan untuk mencegah kekambuhan gejala.

Minuman berkarbonasi meningkatkan tekanan dalam lambung sehingga memicu refluks. Gelembung gas dalam minuman bersoda mendorong isi lambung naik ke kerongkongan. Air putih atau infused water dengan irisan buah non-asam lebih disarankan.

Penerapan diet secara disiplin memberikan dampak signifikan pada pengendalian GERD. Konsultasi rutin dengan ahli gizi membantu menyesuaikan diet sesuai perkembangan kondisi.

(Busrain Buraidah)

Baca Juga: Sanur, Bali - Taman Festival Bali: Dari Kebanggaan Turis Menjadi Destinasi Horor
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.